Pemilihan Media/ Lahan


Pemilihan lokasi untuk budidaya lobster air tawar menjadi sangat penting ketika usaha tersebut akan dikelola secara intensif. Hal ini mengingat bahwa faktor lingkungan memegang peranan dalam pertumbuhan, keberhasilan dalam pemijahan, dan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. Pemilihan lokasi budidaya lobster air tawar didasarkan pada beberapa kriteria, yaitu topografi tanah, jenis tanah, sumber air/pengairan, ekosistem setempat, dan iklim wilayah sekitar. Setelah mengetahui data-data tersebut, barulah perencanaan ke depan bisa ditetapkan.

1. Aquarium 
Digunakan untuk merawat dan memelihara induk yang sedang mengerami telurnya. Penggunaan wadah tersebut dimaksudkan untuk mempermudah pengamatan serta pengawasan induk dan perkembangan larva. Ukuran akuarium yang digunakan dapat berukuran 100 cm x 40 cm x 40 cm berbentuk kotak atau persegi empat panjang dan menggunakan kaca bening dengan ketebalan 8-12 mm. Ukuran akuarium dapat dibuat dengan ukuran 0,5 x 1 x 0,5 m dan ketebalan kaca 0,5 cm. Sepanjang bibir atas akuarium dipasang kaca dengan lebar 5 cm dan panjang disesuaikan dengan dinding akuarium. Ketinggian air untuk pemeliharaan lobster adalah sekitar 10-15 cm.
Untuk ukuran aquarium 100 x 50 x 30 bisa menampung 3 lobster, 1 jantan dengan 2 betina. Pengisian air dalam aquarium juga harus diperhatikan. Paling tidak setinggi 15cm jika diukur dari dasar aquarium. Tak ketinggalan, aerator dan pompa filter juga harus siap.

2. Kolam Terpal
Kolam terpal selain bahan yang dibutuhkan terbilang mudah dan murah, juga dapat di bongkar pasang sesuai kebutuhan. Siapkan terpal dengan ukuran 1 x 2 meter dengan tinggi 80cm. Terpal tadi kemudian anda isi dengan ketinggian air 60 cm saja, jangan sampai penuh. Karena jika sampai terlalu penuh, lobster bisa-bisa kabur. Jadi usahakan tinggi air 10 hingga 30 cm lebih rendah dari tinggi terpal. Cara budidaya lobster di kolam terpal terbilang murah bukan dibandingkan dengan yang memungkinkan anda untuk membuat kolam ikan permanen. Memberikan accessories dalam cara bidudaya lobster di didalam kolam terpal juga sangat dibutuhkan. Anda dapat menaruh eceng gondok ataupun tanaman air lainnya. Serta berikan beberapa potongan pipa paralon yang sesuai dengan besar tubuh lobster. Yang mana kedua benda ini berfungsi dalam memberikan keamanan bagi lobster yang merasa sedang terserang, serta memberikan kenyamanan bagi lobster dalam berkumpul dengan sesamanya. Persiapan ini hendaknya dilakukan satu minggu sebelum bibit lobster dimasukkan ke dalam kolam.

3. Bak Semen
Hanya digunakan untuk menampung induk dan sebag3ai tempat pemijahan yang berukuran 100 cm x 40 cm x 40 cm. Bak semen dibangun dari bahan campuran pasir dan semen, dengan ketebalan dinding bak disesuaikan dengan ukuran bak. Bak semen sebaiknya berbentuk persegi empat atau disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia dan berwarna gelap untuk memberi rasa nyaman pada lobster yang dipelihara. Ini dimaksudkan juga agar lobster cepat memijah. Kondisi bak yang gelap disesuaikan dengan sifat lobster air tawar yang nokturnal. Ketinggian air pada kolam semen yang baik sekitar 40-70 cm. Dengan kedalaman tersebut, induk akan leluasa dalam beraktivitas dan memudahkan dalam pengambilan pakan. Kolam semen lebih bagus untuk pembenihan karena naik turunnya suhu dalam kolam semen tidak terlalu drastis atau suhunya bisa dijaha bila dibandingkan di akuarium. Suhu yang sesuai untuk benih lobster air tawar adalah 25-30 derajat Celcius.

4. Bak Fiber 
Dapat digunakan untuk pemijahan lobster, penetasan telur, dan wadah pengeraman. Untuk wadah pemijahan secara massal, sebaiknya ukuran bak fiber 2 x 1 x 1 m atau 6 x 2 x 1 m. Sedangkan untuk wadah penetasan telur lobster, ukuran bak fiber 30 x 30 x 30 cm yang diberi sekat-sekat, dan untuk wadah pengeraman induk-induk betina dapat digunakan bak fiber bulat dengan diameter 1 meter.



5. Kolam Tanah
Dapat digunakan untuk pemijahan lobster air tawar, namun hal ini masih jarang dilakukan di Indonesia. Kolam tanah yang digunakan untuk pemijahan lobster air tawar berukuran 20 x 50 m atau 1000 m. Bentuk kolam seperti wajan (U shaped). Kedalaman kolam di tempat terdalam sekitar 1,2-1,8 m. Sementara bagian tepian kolam bisa dibuat lebih dangkal dari angka tersebut.






tempat berlindung

Comments

Popular Posts