Pemijahan

 


Hingga saat ini pemijahan lobster ini masih dilakukan secara alami. Artinya, bahan dan alat yang digunakan dalam kegiatan pemijahan dipersiapkan oleh manusia, tetapi terjadinya perkawinan antara induk jantan dan betina tergantung pada daya dukung lingkungan serta keinginan dan perilaku setiap pasangan untuk melaksanakan reproduksi, sehingga waktunya tidak dapat ditentukan secara pasti.

Lobster akan melakukan pemijahan pada suhu air diatas 23-29 C dan optimum 27 C, minimal cahaya yang diperlukan dengan terang 12 jam dan gelap 12 jam, kebutuhan kondisi seperti ini tidak terlalu sulit bagi wilayah Indinesia. Ada 2 teknik yang dapat digunakan untuk melakukan pemijahan alami lobster air tawar, yakni pemijahan secara masal dan pemijahan secara individu. Dalam pemijahan masal, persiapan yang perlu dilakukan adalah menyediakan wadah perkawinan berupa bak atau fibreglass yang dilengkapi dengan instalasi, seperti plastik hitam, aerator, PVC untuk pemasukan dan pengeluaran air, dan PVC pelindung. Sementara itu, wadah yang digunakan untuk pemijahan individu adalah aquarium.


Indukan yang dipilih untuk dipijahkan harus dipelihara secara khusus agar menghasilkan telor secara terus menerus dan jumlah telor yang optimal. Ciri indukan yang akan melakukan pemijahan sbb:
  1. Induk jantan bertingkah seperti kalajengking yang ekor dan capitnya diangkat. Induk betina terlihat aktif membersihkan badannya (abdomen) dengan pasangan kaki ke empat dan kelima, terutama kaki renangnya (pleopods).
  2. Indukan sering berdekatan dan saling bercumbu.
  3. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pemijahan sbb:
  4. Induk jantan & betina telah matang gonad.
  5. Induk jantan & betina dalam kondisi prima, sehat dan atau terbebas dari virus/penyakit.
  6. Capit induk jantan harus lengkap sedangkan untuk capit induk betina tidak harus lengkap.
  7. Induk jantan dan atau betina harus dari sumber berbeda, untuk mencegah terjadi inbreeding.
  8. Pakan yang diberikan secara berselingan antara lain: kecambah (toge), cacing tanah, keong mas, kacang ijo.
  9. Pemeriksaan serta sipon sisa pakan dan kotoran pada wadah pemijahan dilakukan setiap 2 minggu sekali.
  10. Ketinggian air sekitar 30 cm dengan suhu diantara 23-30'c serta oksigen terlarut diatas 3 ppm.
  11. Media sembunyi antara lain paralon,tali rapia dsb diberikan sesuai jumlah induk betina.
  12. Lingkungan wadah harus dalam kondisi nyaman dan tenang.
  13. Perbandingan induk jantan & betina antara lain 1 jantan X 1 betina,1 jantan X 2 betina.
CIRI LOBSTER JANTAN

Lobster berkelamin jantan dapat diketahui dengan cara melihat secara langsung terhadap capik dari lobster tersebut.

Jika terdapat bintik- bintik merah di capit bagian luarnnya maka dapat dipastikan itu adalah lobster berkelamin jantan. Namun bintik- bintik merah tersebut baru akan muncul ketika lobster berumur 3-4 bulan atau setelah lobster tersebut mempunyai ukuran sekitar 3 inc (7 cm).

Tanda merah yang terdapat pada lobster ini juga merupakan pertanda bahawa lobster tersebut sudah siap kawin (matang gonad).

Bisa juga dengan melihat kepada bagia kaki ke tiga dari lobster tersebut, bila lobster tersebut jantan maka tidak akan ditemukan tonjolan, sedangkan kalau betina mempunyai tonjolan.


 CIRI LOBSTER BETINA
 

Tidak mempunyai tanda merah pada kedua capitnya.
Alat kelamin lobster air tawar terletak di antara kaki jalan ketiga. Bentuknya menyerupai lubang dan menjorok ke dalam.  Lubang tersebut adalah kelamin dari lobster betina dan tempat dimana telur akan keluar.

Pada usia yang sama, lobster air tawar berkelamin betina cenderung mempunyai ukuran yang lebih kecil dari lobster air tawar berkelamin jantan.

 


MENGAWINKAN LOBSTER


Pemijahan secara berpasangan dapat dilakukan di akuarium berukuran panjang 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 30 cm. Sementara pemijahan secara massal dapat dilaksanakan di bak semen atau bak fibre dengan berukuran 2 m X I M X 1 m atau 6 m x 2 m x I M. Persyaratan wadah untuk kolam pemijahan adalah sama seperti halnya wadah pemeliharaan untuk pematangan. Kolam memiliki pemasukan air dan pintu pengeluaran. Debit air yang masuk ke kolam kurang lebih 0,5 l/detik. Kolam dilengkapi pula dengan dengan system kemalir dan kobakan yang akan memudahkan pada saat panen/seleksi.
Gabungkan kedua indukan lobster jantan dan betina menjadi satu dalam satu akuarium yang mempunyai ukuran 1×0,5 meter dengan tinggi 25 cm sehingga dapat menampung sekitar 3 lobster jantan dan 5 lobster betina. Kebiasaan lobster dalam melakukan perkawinan adalah saling mencari kecocokan satu sama lain. Ketika mengawinkan lobster ukuran tubuh dari lobster jantan tidaklah harus sama dengan ukuran betinanya, karena pada habitat aslinya lobster jantan memiliki tubuh yang lebih besar daripada lobster betina.

Jika media akuarium yang digunakan untuk mengawinkan berukuran 1x 0,5 x 0,5 meter maka letakan minimum 8 buah pipa paralon yang diameternya 2 inci dan panjang 15- 20 cm. Namun apabila indukannya berukuran 4 inci panjang dari paralon yang digunakan adalah 15 cm dan indukan dengan ukurang mencapai 5-6 inci panjang dari paralonnya adalah 20 cm. Dua minggu setelah kedua lobster tersebut di satukan biasanya sudah ada indukan yang bertelur. Lobster yang sedang dalam masa perkawinan akan saling berhadap- hadapan dengan membentuk sebuah formasi huruf Y.

Lobster jantan akan mengeluarkan sperma dan meletakannya di dekat pangkal ke dua kaki lobster betina. Sperma tersebut berwarna putih, agak keras, menggumpal, dan larut ke air. Setelah masa pembuahan oleh si jantan telah selesai maka si betina akan menyingkir dari si lobster jantan sampai sedikit demi sedikit mengeluarkan telurnya dari lubang pangkal kaki ke 3 melewati sperma lalu turun ke abdomennya( ekor). Telur dikumpulkan pada abdomennya dan ekornya akan menutup rapat telur tersebut selama seminggu pertama.

 Pemindahan Induk dan Pengeraman Telur LAT


 

Comments

Popular Posts