Pemanenan Larva
Benih yang bisa dipanen dan dijual adalah benih yang sudah berumur 70 hari dengan panjang tubuh sekitar 5 cm. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau malam hari, karena suhu masih rendah sehingga benih tidak lemas karena kepanasan.
Teknik Pemanenan Larva
Cara pemanenan sangat terkait dengan jenis saluran pembuangan dari akuarium, bak, atau kolam yang digunakan. Berikut adalah teknik pemanenan larva:
1. Pemanenan di Akuarium
- Jika akuarium dilengkapi saluran pembuangan di dasar akuarium, buka saluran tersebut hingga air berkurang. Jika tidak ada saluran pembuangannya, pengurasan dilakukan dengan pompa air yang dihubungkan dengan selang plastik ¼ inchi.
- Jika ketinggian air telah mencapai 1-2 cm, tutup kembali saluran pembuangan atau hentikan penyedotan dengan pompa air.
- Angkat tempat persembunyian beserta dengan benih yang menempel.
- Untuk menghindari benih yang berjatuhan, pengangkatan tempat persembunyian harus menggunakan scoop net.
- Masukkan benih beserta tempat persembunyian ke dalam ember yang telah diisi air, dimana kualitas dan parameter air yang digunakan harus sama dengan air dalam akuarium agar benih tidak stres.
- Ambil sisa benih yang tidak menempel pada tempat persembunyian menggunakan scoop net
- Buka tutup saluran pembuangan agar airnya keluar
- Siapkan jaring dan pasangkan di pintu pembuangan air agar benih tidak terikut bersama dengan air buangan.
- Hentikan pengurasan hingga ketinggian air mencapai 1-2 cm.
- Angkat semua tempat persembunyian.
- Serok benih atau alirkan ke outlet kolam yang ujungnya telah diberi perangkap.
- Tampung benih yang telah tertangkap dalam ember atau wadah lainnya.
3. Pemanenan dengan Flow Trap
- Pasang saluran yang terbuat dari seng yang dilapisi karpet kasar di dasar kolam. Sementara ujung lainnya dihubungkan dengan bak plastik.
- Isi bak plastik dengan air bersih.
- Pasang pipa PVC yang dihubungkan ke pompa air.
- Nyalakan pompa tersebut hingga air dalam bak plastik bergolak dan mengalir melalui saluran.
- Surutkan air dalam kolam dengan membuka saluran pembuangannya.
- Seiring menyurutnya air dalam kolam, benih akan mencari sumber air mengalir. Dengan sendirinya, benih akan menaiki saluran seng dan terperangkap dalam kotak plastik.
- Jika bak plastik telah penuh dengan benih, ganti dengan wadah plastik lainnya.
- Ketika air sudah menyurut, angkat substrat yang ada di dasar kolam dan masukkan ke dalam wadah penampungan, berupa ember atau kotak plastik.

Comments
Post a Comment